Selasa, 28 Agustus 2018

Puisi Motivasi



Mimpi di bawa angin
Oleh : Nurani Fitriani Salim
Kaki yang kaku, langkah yang semu
Embun menyapaku membawaku menuju pengharapan
Dibawah langit biru, kumelangkah menelusuri kegelapan
Dalam hati ku bercerita anganku melambung tinggi menembus ruang dan waktu
Ibu berkata semangatlah dan berdoa, bapak tersenyum dan mengantarku ke pintu depan rumah
Hariku terasa indah doa menyertai langkahku, setiap waktu ku pupuk pengharapan
Nada angin mengalun dengan indah, aku berjalan dengan penuh suka
Langkah tak terhenti usahaku semakin tinggi
Janjiku untuk ibu, aku akan membanggakanmu
Janjiku untuk bapak, aku akan membuatmu menjadi terhormat
Aku selesai, walaupun sedikit ragu aku telah selesai
Walaupun kepanasan dan kehausan, walaupun kehujanan tapi aku bahagia
senyuman indah dan menggema melambung tinggi di raut wajahku
dan wajah orang – orang rendah hati yang membantuku
hentakku semakin menjadi, betapa indahnya karunia Alloh aku menyelesaikan dengan tepat waktu
kini ku menunggu, menunggu, dan menunggu kulihat dunia mereka penuh tawa
kulihat mereka sibuk, tak terasa air mata menangis
Tuhan … kenapa ? aku kecewa, hari ini ku kecewa … harapan itu sirna
 hati menjerit saat keadilan di pertanyakan, mana keadilan ? mana ?
Ibu menguatkanku …  Tuhan maha tau sampai di ujung perjuanganku …
Jalan Tuhan belum tentu yang tercepat bukan juga yang termudah
 tapi sudah pasti yang terbaik untukku …

Untuk Masa Depan

Hari ini aku merasa lelah, entah apa yang terjadi aku sering merasa ketakutan akan hal sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk bergerak. Aku selalu berjalan sendiri menuju hal yang aku anggap itu benar saat aku melihat ke atas aku hanya meratapi nasibku dengan gelar yang baru aku sandang aku merasa kalah. Aku adalah orang yang selalu menganggap semua orang itu baik sampai akhirnya aku selalu di bodohi. Disini aku bukan anak kecil lagi selesai menyelesaikan diploma dan menyandang gelarku sebagai ahli madya kebidanan tugasku adalah mencari kerja kerja dan kerja karena aku tidak mau menyusahkan kedua orang tuaku. Sedikit cerita tentang perjuanganku setelah lulus dari diploma aku memutuskan untuk magang kerja di sebuah klinik 24 jam namun aku di tuntut harus stanby di tempat kerjaku hari-hari ku lewati jauh dari orang tuaku namun aku tetap semangat Karena aku jadikan itu sebagai pengalaman untuk bekal melatih skillku. Namun saat itu aku terlalu terburu-buru aku terlalu melihat ke atas melihat mereka yang orang tuanya adalah orang yang berpengaruh mereka kerja dimanapun mereka mau, namun aku tidak ingin kalah dengan mereka aku hanya bermodal kan tekad dan uang 350rb sisa gajihan ku kemarin aku masukan lamaran-lamaran ke semua rumah sakit daerah Jawa barat aku masukin lewat kantor pos dsb setiap ada loker pasti aku langsung masukin lamaran, aku sempat di infokan oleh temanku bahwa ada loker di salah satu rumah sakit di daerah bogor aku sangat semangat mencari kerja aku berangkat ke bogor naik bus subuh-subuh dengan harapan aku harus tepat waktu, setibanya disana aku bersiap siap merapihkan pakaianku walaupun pada saat itu hujan sedang gerimis dan berkas lamaranku terkena air hujan setibanya di meja HRD betapa terkejutnya aku "lamaranku di tolak" pihak RS menjelaskan bahwa di RS tersebut tidak menerima lowongan Bidan, betapa sedihnya aku gak kerasa air mata jatuh berbarengan dengan derasnya air hujan yang jatuh pada saat itu, tidak harus nunggu waktu 5 menit impianku pupus aku merasa kalah dan kembali menunggu bus pulang di pinggir jalan. Saat di perjalanan aku hanya menangis sambil tersenyum sebenarnya disini aiapa yang bodoh aku atau temanku yang salah, tapi aku berfikir kembali sebenarnya yang salah adalah di diriku sendiri karena aku terlalu bodoh terlalu percaya orang lain, setelah aku sadar aku baru menangis tapi kala itu suasana bus terasa sangat ramai karena penumpangnya hampir semua anak-anak seumuranku pada saat itu di dalam bus ada pertunjukan atraksi sulap dan anehnya yang jadi bahan atraksinya si pesulap nunjuk aku terus dan atraksi ini sedikit membuat aku bisa tertawa kembali dan melupakan kekecewaanku. Akhirnya tidak lama dari kejadian kemarin aku di panggil juga untuk interview di sebuah RS di daerah cikarang, setelah interview aku langsung di terima dan di persilahkan kerja esoknya, aku merasa bingung jarak cianjur cikarang bukanlah jarak yang dekat namun aku tidak mau menyia nyiakan kesempatan dalam hatiku aku harus ambil pekerjaan ini, aku pulang ke cianjur dan besoknya subuh-subuh aku berangkat lagi ke cikarang dan di antar oleh pamanku naik motor. setibanya disana aku kesiangan pihak HRD menyangka aku tidak akan mengambil pekerjaan ini, aku mendadak cari kosan untuk menyimpan baju-bajuku dan aku di perkenalkan untuk orientasi ruangan betapa terkejutnya aku, aku di tempatkan di ruang keperawatan bukan di kebidanan, ada sedikit kecewa karena tidak sejurus dengan profesiku tapi aku mencoba untuk menerima dan menjadikan ini pengalaman pertamaku kerja di RS. next