Hari ini aku merasa lelah, entah apa yang terjadi aku sering merasa ketakutan akan hal sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk bergerak. Aku selalu berjalan sendiri menuju hal yang aku anggap itu benar saat aku melihat ke atas aku hanya meratapi nasibku dengan gelar yang baru aku sandang aku merasa kalah. Aku adalah orang yang selalu menganggap semua orang itu baik sampai akhirnya aku selalu di bodohi. Disini aku bukan anak kecil lagi selesai menyelesaikan diploma dan menyandang gelarku sebagai ahli madya kebidanan tugasku adalah mencari kerja kerja dan kerja karena aku tidak mau menyusahkan kedua orang tuaku. Sedikit cerita tentang perjuanganku setelah lulus dari diploma aku memutuskan untuk magang kerja di sebuah klinik 24 jam namun aku di tuntut harus stanby di tempat kerjaku hari-hari ku lewati jauh dari orang tuaku namun aku tetap semangat Karena aku jadikan itu sebagai pengalaman untuk bekal melatih skillku. Namun saat itu aku terlalu terburu-buru aku terlalu melihat ke atas melihat mereka yang orang tuanya adalah orang yang berpengaruh mereka kerja dimanapun mereka mau, namun aku tidak ingin kalah dengan mereka aku hanya bermodal kan tekad dan uang 350rb sisa gajihan ku kemarin aku masukan lamaran-lamaran ke semua rumah sakit daerah Jawa barat aku masukin lewat kantor pos dsb setiap ada loker pasti aku langsung masukin lamaran, aku sempat di infokan oleh temanku bahwa ada loker di salah satu rumah sakit di daerah bogor aku sangat semangat mencari kerja aku berangkat ke bogor naik bus subuh-subuh dengan harapan aku harus tepat waktu, setibanya disana aku bersiap siap merapihkan pakaianku walaupun pada saat itu hujan sedang gerimis dan berkas lamaranku terkena air hujan setibanya di meja HRD betapa terkejutnya aku "lamaranku di tolak" pihak RS menjelaskan bahwa di RS tersebut tidak menerima lowongan Bidan, betapa sedihnya aku gak kerasa air mata jatuh berbarengan dengan derasnya air hujan yang jatuh pada saat itu, tidak harus nunggu waktu 5 menit impianku pupus aku merasa kalah dan kembali menunggu bus pulang di pinggir jalan. Saat di perjalanan aku hanya menangis sambil tersenyum sebenarnya disini aiapa yang bodoh aku atau temanku yang salah, tapi aku berfikir kembali sebenarnya yang salah adalah di diriku sendiri karena aku terlalu bodoh terlalu percaya orang lain, setelah aku sadar aku baru menangis tapi kala itu suasana bus terasa sangat ramai karena penumpangnya hampir semua anak-anak seumuranku pada saat itu di dalam bus ada pertunjukan atraksi sulap dan anehnya yang jadi bahan atraksinya si pesulap nunjuk aku terus dan atraksi ini sedikit membuat aku bisa tertawa kembali dan melupakan kekecewaanku. Akhirnya tidak lama dari kejadian kemarin aku di panggil juga untuk interview di sebuah RS di daerah cikarang, setelah interview aku langsung di terima dan di persilahkan kerja esoknya, aku merasa bingung jarak cianjur cikarang bukanlah jarak yang dekat namun aku tidak mau menyia nyiakan kesempatan dalam hatiku aku harus ambil pekerjaan ini, aku pulang ke cianjur dan besoknya subuh-subuh aku berangkat lagi ke cikarang dan di antar oleh pamanku naik motor. setibanya disana aku kesiangan pihak HRD menyangka aku tidak akan mengambil pekerjaan ini, aku mendadak cari kosan untuk menyimpan baju-bajuku dan aku di perkenalkan untuk orientasi ruangan betapa terkejutnya aku, aku di tempatkan di ruang keperawatan bukan di kebidanan, ada sedikit kecewa karena tidak sejurus dengan profesiku tapi aku mencoba untuk menerima dan menjadikan ini pengalaman pertamaku kerja di RS. next
Tidak ada komentar:
Posting Komentar