Mimpi di bawa angin
Oleh : Nurani Fitriani Salim
Kaki yang
kaku, langkah yang semu
Embun
menyapaku membawaku menuju pengharapan
Dibawah
langit biru, kumelangkah menelusuri kegelapan
Dalam hati ku
bercerita anganku melambung tinggi menembus ruang dan waktu
Ibu berkata
semangatlah dan berdoa, bapak tersenyum dan mengantarku ke pintu depan rumah
Hariku terasa
indah doa menyertai langkahku, setiap waktu ku pupuk pengharapan
Nada angin
mengalun dengan indah, aku berjalan dengan penuh suka
Langkah tak
terhenti usahaku semakin tinggi
Janjiku untuk
ibu, aku akan membanggakanmu
Janjiku untuk
bapak, aku akan membuatmu menjadi terhormat
Aku selesai,
walaupun sedikit ragu aku telah selesai
Walaupun
kepanasan dan kehausan, walaupun kehujanan tapi aku bahagia
senyuman
indah dan menggema melambung tinggi di raut wajahku
dan wajah
orang – orang rendah hati yang membantuku
hentakku
semakin menjadi, betapa indahnya karunia Alloh aku menyelesaikan dengan tepat
waktu
kini ku
menunggu, menunggu, dan menunggu kulihat dunia mereka penuh tawa
kulihat
mereka sibuk, tak terasa air mata menangis
Tuhan …
kenapa ? aku kecewa, hari ini ku kecewa … harapan itu sirna
hati menjerit saat keadilan di pertanyakan,
mana keadilan ? mana ?
Ibu menguatkanku
… Tuhan maha tau sampai di ujung
perjuanganku …
Jalan Tuhan belum
tentu yang tercepat bukan juga yang termudah
tapi sudah pasti yang terbaik untukku …